Kawasan wisata menjadi salah satu kawasan yang harus diwaspadai pada saat Natal dan tahun Baru. Dinas Perhubungan Jatim mencatat, titik rawan transportasi berada di kawasan wisata
“Kita waspadai pusat-pusat wisata, baik wisata mancanegara maupun wisata nusantara. Total ada 10 wisata mancanegara dan 10 wisata nusantara yang menjadi fokus,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono di Surabaya, Jumat (19/12).
Menurut Nyono, Dishub Jatim memetakan sejumlah titik rawan transportasi, terutama di kawasan wisata. Destinasi wisata menjadi perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan peningkatan risiko keselamatan. Sejak November hingga awal Januari, Dishub Jatim telah melakukan ramp check secara intensif di lokasi-lokasi tersebut. Pemeriksaan dilakukan langsung pada kendaraan angkutan, terutama bus pariwisata, untuk memastikan kelayakan operasional. “Ramp check itu kita cek rem, lampu, sein, wiper—karena musim hujan—dan seluruh aspek keselamatan kendaraan. Ini kita lakukan langsung di titik-titik wisata,” jelas Nyono. Sementara untuk angkutan AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), pemeriksaan dilakukan di pool bus masing-masing serta terminal tipe B. Adapun terminal tipe A menjadi kewenangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Jawa Timur. Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Dishub Jatim berharap layanan transportasi selama masa Natal dan Tahun Baru 2025 dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. “Pemerintah daerah pun mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi untuk tetap mematuhi aturan serta mengutamakan keselamatan selama bepergian,” kata Nyono. Khusus persiapan transportasi Natal dan tahun baru, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Berbagai skema operasi transportasi telah dimatangkan, mulai dari kesiapan armada, personel, hingga pengawasan keselamatan di titik-titik rawan pergerakan. “Secara nasional pergerakan masyarakat pada periode Nataru diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen. Sementara itu, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan tingkat mobilitas tinggi, terutama dari sisi arus masuk,” katanya.





