-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Lulus Cumlaude! Sekwan DPRD Jatim, M Ali Kuncoro Buktikan Kontribusi Strategi untuk Dunia Olahraga di S3 Unesa

Rabu, 24 Desember 2025 | Rabu, Desember 24, 2025 WIB Last Updated 2025-12-25T05:28:19Z



SURABAYA, 24 DESEMBER 2025

Surabayasatu.net Mengangkat disertasi Model Strategi Sport Entertainment (MAK) Berbasis Teknologi dan Keberlanjutan, Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ali Kuncoro meraih gelar Doktor dengan predikat cumlaude pada Program Studi S3 Ilmu Keolahragaan, Pascasarjana Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).


Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jatim ini, menyampaikan disertasi berjudul  Model Strategi Sport Entertainment (MAK) Berbasis Teknologi dan Keberlanjutan: Pendekatan Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM dan Keterlibatan Generasi Muda.


Ali Kuncoro dalam penyampaiannya mampu menghipnotis para penguji, tak mengherankan atas karya ilmiah tersebut, ia berhasil meraih nilai 95 dari tim penguji dan dinyatakan lulus  predikat cumlaude.


“Di setiap kegiatan sport entertainment yang dikembangkan dengan pendekatan digital, kami berharap banyak UMKM bisa terlibat. Ketika UMKM semakin banyak terlibat, maka akan berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih impresif,” ujarnya.



Ali Kuncoro menjelaskan, konsep utama disertasinya berangkat dari pemanfaatan transformasi digital dalam pengembangan sport entertainment melalui model MAK, yang merupakan akronim dari Mobilisasi, Aksi, dan Kolaborasi. 


Model ini dirancang untuk mendorong keterlibatan pelaku olahraga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.



Ia menambahkan, selama proses penulisan disertasi, dirinya juga menjalankan tugas kedinasan sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur. 


Kondisi tersebut mendorongnya untuk langsung mengimplementasikan hasil penelitiannya melalui kegiatan bertajuk Aspirasi Run, yang melibatkan penggunaan teknologi digital, partisipasi generasi muda, serta pemberdayaan UMKM.


“Alhamdulillah, modul dan model yang saya gagas tidak hanya bisa dikembangkan secara teoritis, tetapi juga aplikatif. Apa yang saya tulis ternyata bisa dilaksanakan di lapangan,” kata Ali Kuncoro.


Dalam sidang disertasi, sejumlah orang penguji juga memberikan sejumlah masukan konstruktif, khususnya terkait penguatan bentuk fisik karya ilmiah agar lebih mudah diimplementasikan. 


Menanggapi hal tersebut, Ali Kuncoro menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh saran yang diberikan.


“Salah satu arahannya adalah hasil penelitian ini bisa dibukukan dalam bentuk buku saku atau karya tulis yang dapat didiseminasikan secara luas. Harapannya, ini bisa menjadi panduan atau guidance dalam pelaksanaan sport entertainment berbasis digital dengan pelibatan UMKM dan generasi muda,” jelasnya.


Saat ditanya mengenai perasaannya setelah dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, Ali Kuncoro mengaku bersyukur dan memandang pencapaian tersebut sebagai sebuah amanah.


“Ilmu itu akan bermanfaat jika terus disampaikan dan dibagikan. Kalau hanya disimpan untuk diri sendiri, maka tidak akan memiliki nilai. Ini menjadi pengingat bagi saya untuk memanfaatkan ilmu sebaik-baiknya, agar manfaatnya bisa dipertanggungjawabkan, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” pungkasnya.***SO




×
Berita Terbaru Update