SURABAYA, 23 FEBRURAI 2026 - Pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Disperindag Jawa Timur tidak hanya menyasar kawasan kecamatan, tapi kini mulai masuk ke perkampungan dan gang gang kecil di kawasan di Surabaya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan mengatakan biasanya pasar murah digelar di Pendopo Kabupaten atau lapangan lapangan di desa.
Namun, kali ini strategi diubah dengan menggelar Pasar Murah di perkampungan kecil dan gang gang yang biasanya menjadi titik kumpul warga saat ‘Ngabuburit”.
“Strategi ini kami ubah agar pasar murah semakin mendekatkan ke warga di perkampungan, mereka tidak perlu ke pasar yang jaraknya cukup jauh, tapi kali ini cukup jalan kaki,” katanya.
Jika pasar murah diadakan tepat di depan atau di dalam pasar tradisional, tegas Iwan, bisa mematikan omzet pedagang pasar yang sedang berjualan normal. “Dengan di perkampungan, pemerintah bisa membantu warga tanpa membuat pedagang pasar merasa tersaingi secara langsung,” katanya.
Ditegaskan, Pemerintah tidak ingin merusak ekosistem pasar yang sudah ada, melainkan ingin memberikan “bantalan” ekonomi langsung di titik-titik di mana masyarakat paling banyak berkumpul.
Soal harga, lanjutnya, dipastikan jauh lebih murah dibandingkan pasar, dia memberikan conoth, Daging Ayam: Rp30.000/kemasan (Pasar: Rp41rb-42rb), Telur Ayam: Rp22.000/kemasan (Pasar: Rp30rb), Beras Premium: Rp14.000/kg, Gula Pasir: Rp14.000/kg (Pasar: Rp17rb), MinyaKita: Rp13.000/liter (HET: Rp16.800), Cabai Rawit: Rp4.000/100gr.
“Ini cara kami di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok akhir akhir. Intervensi pasar kami lakukan agar masyarakat mendapat akses belanja yang mudah dan murah,” katanya.***SO





