-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Maluku Utara Perkuat Sinergi: Fokus pada Logistik, SDM, dan Digitalisasi Pemerintahan

Kamis, 26 Februari 2026 | Kamis, Februari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-27T06:23:31Z



SURABAYA, 27 FEBRUARI 2026 – Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara sepakat mempererat kerja sama lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pertemuan strategi ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah diinisiasi sebelumnya, dengan fokus utama pada efisiensi logistik, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dan transformasi digital.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyoroti pentingnya optimalisasi rantai pasok ( supply chain ) antara kedua provinsi. Saat ini, komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging ayam dari Jawa Timur menjadi tumpuan bagi Maluku Utara. Namun, tantangan utama terletak pada keseimbangan arus muatan kapal.

“Kami berdiskusi dengan pelaku usaha pelayaran . Seringkali kapal dari Jatim berangkat dengan muatan penuh, namun saat kembali muatannya berkurang. Kami berkomitmen mencari solusi agar arus balik ini lebih optimal,” kata Khofifah di Surabaya, Jumat (27/2).

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Maluku Utara, Sharlin, menjelaskan bahwa kestabilan arus barang berimbas pada tingginya biaya logistik yang memicu inflasi di wilayahnya.

"Kami mencari solusi agar rantai pasokan lebih efisien. Harapannya, jika muatan berangkat dan pulang sama-sama penuh, biaya logistik akan turun. Hal ini otomatis akan menekan harga jual barang di Maluku Utara," jelas Sharlin.

Akselerasi SPBE dan Kualitas SDM

Selain sektor ekonomi, Maluku Utara menekankan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Mengingat Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan indeks SPBE tertinggi di Indonesia (skor 4,7), Maluku Utara berkomitmen untuk melakukan studi tiru guna meningkatkan skor indeks mereka yang saat ini berada di angka 3,6.

Kerja sama ini juga mencakup, Pengembangan SDM: Kerja sama antar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) kedua provinsi, Sektor Strategis: Pertukaran ilmu dan inovasi di bidang pertanian, pendidikan vokasi, dan pelayanan publik.

Gubernur Sharlin menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan mentor strategis bagi pembangunan di Maluku Utara. Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan langkah nyata dalam memperkuat konektivitas laut dan integrasi ekonomi antarwilayah di Indonesia Timur.

"Ini adalah kelanjutan dari awal yang baik. Ke depan, akan lebih banyak lagi kolaborasi teknis yang dilakukan antara Maluku Utara dan Jawa Timur," tutupnya.***SO


×
Berita Terbaru Update