GRESIK , 15 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar pasar murah di Halaman Pudak Gallery, Kabupaten Gresik, Jumat (13/3), sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 1447 H.
Gubernur Khofifah berkomitmen terus memastikan ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur dalam kondisi aman bahkan hingga setelah Lebaran, meski terdapat kecenderungan kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan.
Ia menegaskan bahwa pasar murah menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Oleh karena itu, melalui gelaran pasar murah ini diharapkan menjadi komplementaritas upaya pengendalian harga bahan pokok di momentum hari besar keagamaan,” jelas Khofifah.
Ia menilai, pasar murah seperti ini efektif memaksimalkan stabilisasi harga, pengendalian inflasi serta memastikan keterjangkauan pada masyarakat.
“Kita keliling ke Kabupaten/Kota, sebetulnya ini fungsi komplementaritas karena Pak Bupati juga sudah melakukan pasar murah diberbagai daerah ,” kata Gubernur Khofifah.
“Tapi kita ingin memaksimalkan bahwa stabilisasi harga, pengendalian inflasi, memastikan keterjangkauan kepada masyarakat baik terjangkau secara suplai maupun harganya,” tambahnya.
Ia menjelaskan, pasar murah menjadi prioritas utama Pemprov Jatim untuk mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar tradisional.
“Karena memang pasar murah Pemprov ini disubsidi lumayan. Misalnya kalau telur dipasar harga Rp30.000 maka disini Rp22.000 per kg. Kalau daging ayam sudah Rp42.000 kita jual disini Rp30.000,” lanjutnya.
“Harapan kita bahwa keterjangkauan harga relatif bisa kita penuhi terutama menjelang Idul Fitri ini,” sambungnya.
Untuk itu, dirinya terus menekankan supaya Pasar Murah harus digelar berdekatan dengan permukiman dan jauh dari pasar tradisional supaya bisa dijangkau langsung oleh masyarakat sekitar.
“Strategi Pemprov Jatim ini nyatanya disambut gembira masyarakat terbukti pasar murah dimanapun diselenggarakan selalu ramai,” terangnya.
Dalam kegiatan pasar murah tersebut, masyarakat bisa membeli kebutuhan barang pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar tradisional.
Beberapa komoditas yang disediakan beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pack, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, ada juga komoditi gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack.
Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Gubernur Khofifah juga ikut membagikan bantuan pangan berupa beras bagi para lanjut usia, serta telur bagi ibu hamil dan anak-anak sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi keluarga.
Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga memborong berbagai produk dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut meramaikan pasar murah sebagai bentuk _support_ bagi penguatan ekonomi lokal. Selanjutnya produk UKM tersebut dibagikan kepada masyarakat yang hadir di pasar murah.***SO





