JAKARTA, 17 MARET 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri undangan buka puasa Ramadhan dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Faisal Abdullah H. Amodi di Ambassador Residence kawasan Menteng, Jakarta, Senin (16/3).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI) Arifatul Choiri Fauzi dan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Prov. Jatim Lilik Pudjiastuti.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, Gubenur Khofifah memanfaatkan untuk membuka ruang dialog terkait berbagai isu strategis. Diantaranya mengenai kenyamanan serta keamanan jemaah umroh dan haji Indonesia, khususnya jamaah asal Jawa Timur, di tengah dinamika geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Khofifah menegaskan bahwa Arab Saudi merupakan mitra penting bagi Indonesia, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Oleh karena itu, komunikasi dan hubungan yang erat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menjadi sangat penting guna memastikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji dan umrah khususnya dari Indonesia.
“Silaturahim Ramadhan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Arab Saudi. Pada saat yang sama, kami juga menyampaikan harapan masyarakat Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, agar jamaah umroh dan haji dapat terus menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar di Tanah Suci,” ujarnya.
Menurut Khofifah, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan jumlah jamaah haji dan umrah terbesar di Indonesia. Setiap tahunnya, ribuan jamaah dari Jawa Timur berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah, sehingga situasi perkembangan di kawasan Timur Tengah selalu menjadi perhatian masyarakat.
“Jumlah jamaah dari Indonesia sangat besar, dan Jawa Timur menjadi salah satu provinsi penyumbang jamaah terbesar. Oleh karena itu, kami berharap jamaah Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, selalu mendapatkan pelayanan terbaik serta jaminan keamanan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tegasnya.
Selain membahas pelayanan jamaah, pertemuan tersebut juga menyinggung dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan Timur Tengah. Khofifah menyampaikan harapan agar berbagai ketegangan yang terjadi dapat segera mereda dan berakhir pada terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
Khofifah menegaskan bahwa perdamaian di kawasan Timur Tengah menjadi harapan besar masyarakat dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya jika konflik yang terjadi semakin luas, dampak sektor ekonominya juga meluas.
"Kita semua berharap situasi dan kondisi geopolitik di Timur Tengah segera menemukan jalan menuju perdamaian. Kita tentu tidak ingin terjadi konflik berkepanjangan, apalagi sampai memicu perang antar sesama umat Islam di kawasan tersebut," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan kepada Duta Besar Arab Saudi bahwa dirinya telah mendistribusikan Mushaf Al-Qur'an Madinah yang merupakan hadiah dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud kepada masyarakat Jawa Timur.
Menurutnya, Mushaf Madinah tersebut telah disebarkan kepada berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
“Kami juga menyampaikan kepada Duta Besar bahwa hadiah Mushaf Madinah dari Raja Salman telah kami bagikan kepada masyarakat Jawa Timur. Ini menjadi bagian dari syiar yang sangat bermanfaat bagi umat,” katanya.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, khususnya kepada Penjaga Dua Kota Suci Salman bin Abdulaziz Al Saud serta Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman atas berbagai upaya yang terus dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
“Secara khusus kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Yang Mulia Putra Mahkota Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud atas komitmen kuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji dan umroh,” tambahnya.
Lebih lanjit, kata Khofifah, Berbagai pengembangan infrastruktur, peningkatan sistem layanan, serta penguatan manajemen penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi memberikan dampak positif bagi kenyamanan dan keamanan jamaah, termasuk jamaah asal Indonesia.
“Kami merasakan bahwa berbagai pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi sangat membantu jamaah Indonesia, termasuk dari Jawa Timur, dalam menjalankan ibadah dengan lebih tertib, aman, dan nyaman. Ini tentu menjadi bentuk perhatian yang sangat kami hargai terutama dengan keberadaan kampung Haji Indonesia di Makkah,” ungkapnya.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Faisal Abdullah H. Amodi menyampaikan penghargaan atas hubungan erat yang selama ini terjalin antara Arab Saudi dan Indonesia. Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia selama ini konsisten menjadi negara yang mendukung terciptanya perdamaian dunia.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki posisi strategis serta suara yang sangat diperhitungkan dalam berbagai forum internasional.
“Suara Indonesia sangat dinantikan dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan global. Karena itu kami berharap Indonesia dapat terus berperan aktif dalam berkontribusi menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah,” tutupnya.***SO





