-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Jatim Bidik Swasembada Gula 2027, Plt. Kadisbun Heru Suseno Akselerasi Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Selasa, 03 Maret 2026 | Selasa, Maret 03, 2026 WIB Last Updated 2026-03-04T13:13:38Z


 

SURABAYA, 3 Maret 2026  – Provinsi Jawa Timur tancap gas memperkuat posisinya sebagai lokomotif perkebunan nasional. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Percepatan Realisasi Kegiatan Hilirisasi Perkebunan 2026, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, menegaskan kesiapan Jawa Timur dalam mendukung empat program prioritas Presiden, khususnya swasembada pangan dan ketahanan energi.

Langkah strategis ini merespons arahan Direktur Jenderal Perkebunan untuk menjadikan hilirisasi sektor pertanian sebagai penghela ekonomi nasional. Dengan potensi nilai tambah hingga 29 kali lipat, hilirisasi di Jawa Timur diarahkan untuk menekan impor, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup petani.

Fokus Komoditas Strategis: Tebu Jadi Prioritas Utama

Plt. Kadisbun Jatim, Heru Suseno, mengungkapkan bahwa Jawa Timur akan menjadi tumpuan utama dalam Program Strategis Swasembada Gula Nasional. Dari total Anggaran Belanja Tambahan (ABT) pusat, porsi besar dialokasikan untuk pengembangan kawasan tebu di Jatim.

"Tahun 2026 adalah momentum krusial. Kami menargetkan pengembangan kawasan tebu seluas 54.897 hektar melalui program bongkar ratoon dan perluasan lahan menggunakan benih unggul bersertifikat. Ini adalah kunci agar target produksi gula nasional 5 juta ton pada 2027 dapat tercapai, di mana Jatim adalah motor penggeraknya," ujar Heru Suseno.

Selain tebu, fokus pengembangan Jawa Timur pada tahun 2026 mencakup:

  • Kopi: Peremajaan dan perluasan lahan Robusta serta Arabika di wilayah Tapal Kuda (Bondowoso, Jember, Situbondo) hingga Malang dan Pasuruan.

  • Kelapa Dalam: Target peremajaan seluas 3.500 hektar, terpusat di Kabupaten Sumenep.

  • Jambu Mete: Pengembangan kawasan seluas 3.900 hektar yang tersebar di wilayah Madura, Tuban, hingga Mataraman (Ponorogo, Ngawi, Trenggalek).

Strategi Percepatan: Target Maret 2026 Tuntas

Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Heru Suseno menginstruksikan jajarannya melakukan percepatan pada aspek teknis. Identifikasi dan verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) ditargetkan harus tuntas paling lambat pada Maret 2026.

Di sisi penyediaan sarana, pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) untuk tebu serta Kebun Sumber Benih (KSB) untuk kopi dan jambu mete terus dikebut. Khusus jambu mete, Jatim telah menyiapkan 429.000 batang benih siap salur tahun ini.

Sinergi dan Akuntabilitas

Menutup arahannya, Heru Suseno menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar mengolah bahan mentah, tetapi membangun ekosistem yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, Dinas Perkebunan Jatim bersinergi erat dengan PTPN Group (PT SGN) serta melibatkan pendampingan dari aparat penegak hukum (Kejaksaan, TNI, dan Polri)."Hilirisasi adalah kunci stabilitas harga di tingkat petani. Dengan dukungan teknologi dan sinergi lintas sektor, kita optimis Jawa Timur tidak hanya mencapai swasembada pangan, tapi juga menjadi pilar ketahanan energi nasional melalui pengembangan biofuel," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update