-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Jatim-Kalteng Bersinergi! Disbun Jatim Perkuat Rantai Pasok Lewat Misi Dagang

Kamis, 23 April 2026 | Kamis, April 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T02:37:33Z



PALANGKARAYA, 23 APRIL 2026 - Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur mengikuti serangkaian acara Misi Dagang dan Investasi di Kalimantan Tengah, Kamis (23/4). Dalam acara tersebut Plt Kepala Dinas Perkebunan Dr. Ir. Heru Suseno, MT melakukan MOU dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jatim.


Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Dr. Ir. Heru Suseno, MT mengatakan, pentingnya sinergi bersama dalam mengembangkan potensi industri dan perdagangan. 


“Kolaborasi ini menjadi instrumen vital untuk meningkatkan daya saing produk unggulan daerah agar mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” katanya.


Melalui penandatanganan MoU di berbagai sektor strategis—mulai dari pangan, kelautan, hingga UKM—Jatim dan Kalteng berkomitmen untuk saling mendukung komoditas unggulan dan memperluas akses pasar secara inklusif.



Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur ke Kalimantan Tengah yang berhasil membukukan komitmen transaksi final sebesar Rp 2.082.554.327.000 hingga pukul 17.00 WIB. Kegiatan ini digelar di Hotel M Bahalap, Kota Palangka Raya, Kamis (23/4).


Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, jajaran perangkat daerah kedua provinsi, serta berbagai pemangku kepentingan seperti Kadin, IWAPI, HIPMI, dan Gekrafs dari Jawa Timur dan Kalimantan Tengah. Para pelaku usaha dari kedua provinsi juga terlibat aktif dalam skema business matching sebagai penjual (seller) maupun pembeli (buyer).


Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Misi Dagang dan Imvestasi merupakan langkah konkret dalam mempertemukan potensi dan kebutuhan antarwilayah sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan domestik dan mendorong integrasi pasar dalam negeri.


“Ini sinergi yang sangat baik. Dari business matching yang dilakukan, terlihat bahwa kebutuhan kedua daerah ini saling melengkapi dan membuka peluang kerja sama yang luas. Alhamdulillah transaksi misi dagang di Kalimantan Tengah ini menembus Rp2,082 triliun lebih,” ujarnya.


“Kita semua punya kekuatan. Maka mari tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama dan sukses bersama. Kuncinya adalah sinergi yang terus kita jaga,” imbuhnya.


Khofifah menekankan bahwa misi dagang tidak sekadar menjadi ajang promosi, melainkan instrumen strategis untuk menghadirkan transaksi riil sekaligus membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.


“Kita ingin memastikan bahwa setiap pertemuan menghasilkan nilai tambah, ada transaksi, ada kemitraan, dan ada keberlanjutan kerja sama. Ini bagian dari menjahit negara kesatuan RI dan menjahit kenusantaraan. Terima kasih Pemprov Kalimantan Tengah yang telah memberikan support yang luar biasa pada pelaksanaan misi dagang di 2026 ini, ” tegasnya.


.Kontribusi Jawa Timur terhadap PDB nasional mencapai 14,40 persen dan sebesar 25,29 persen terhadap PDRB Pulau Jawa. Struktur ekonomi Jawa Timur didominasi sektor industri pengolahan sebesar 31,32 persen, diikuti sektor perdagangan sebesar 18,55 persen dan sektor pertanian sebesar 10,74 persen.


Di sektor perdagangan eksternal, Jawa Timur mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar Rp167,53 triliun pada tahun 2025, yang mencerminkan kuatnya daya saing produk daerah di pasar nasional maupun global. 


Sementara dalam perdagangan antarwilayah, Jawa Timur mencatat total nilai perdagangan sebesar Rp333,83 triliun dengan komposisi penjualan Rp104,53 triliun dan pembelian Rp229,30 triliun.***SO



×
Berita Terbaru Update