SEMARANG, 12 APRIL 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Pengurus Wilayah IKA UNAIR Jawa Tengah di UTC Convention Hotel, Semarang, Sabtu (11/4).
Menariknya, mayoritas pengurus yang dilantik merupakan tenaga medis, khususnya dokter. Hal ini, menurut Khofifah, menjadi momentum strategi untuk mendorong kontribusi alumni dalam menjawab tantangan pemerataan layanan kesehatan berkualitas di Indonesia.
Dalam berbagai hal, Khofifah menekankan pentingnya terobosan dalam sistem pendidikan kesehatan, khususnya melalui penguatan pendekatan kedokteran yang terintegrasi dengan sistem layanan kesehatan nasional.
“Pendidikan kesehatan negeri ini mengawali Hospital Based kemudian berubah university based. Namun tidak mudah mengambil keputusan antara Hospital Based dan University Based dan saat ini Pemerintah melalui Kemenkes akan menambah formula Hospital Based tanpa mengurangi porsi University Based,” jelasnya.
Menurut Khofifah, penguatan sistem pendidikan tersebut menjadi kunci dalam mempercepat penyediaan kebutuhan tenaga dokter spesialis, terutama di daerah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi) yang masih mengatasi keterbatasan akses layanan kesehatan.
Ia mencontohkan, masih terdapat daerah yang belum memiliki dokter spesialis tertentu yang menunjukkan adanya kesenjangan distribusi tenaga kesehatan.
“Ada standar yang disepakati bagaimana mengukur IPM dengan melihat peta distribusi layanan berkualitas terutama hadirnya para dokter spesialis di berbagai titik terutama di daerah 4T yang selama ini mengalami ketidakseimbangan layanan kesehatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan yang merata merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan bangsa. Sebab, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh akses layanan kesehatan yang memadai.
“Mengawal NKRI dengan beragam cara akan memberi pagar menjadi NKRI bahwa IPM mendapat perhatian karena pendidkan, kesehatan dan kesejahteraan yang bagus sehingga menurunkan kemiskinan dan kemiskinan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendekatan berbasis rumah sakit dan berbasis universitas dalam sistem pendidikan tenaga kesehatan, agar mampu menghasilkan tenaga medis yang kompeten sekaligus meratakan distribusinya,
“Pentingnya menjaga keseimbangan antara berbasis rumah sakit dan berbasis universitas untuk melahirkan pelayanan pemerataan kesehatan yang berkualitas dan dirasakan secara merata,” tutupnya.**SO





