SURABAYA, 4 APRIL 2026 - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengecek stok elpiji di Pangkalan Muh Nur Komari Jalan Jemursari II, Surabaya. Emil mewanti-wanti Pertamina agar distribusi elpiji di Jatim lancar.
Pantauan langsung di lapangan, Emil menyidak pangkalan tersebut bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa.
Saat sidak, Emil terkejut melihat stok elpiji di pangkalan tersebut yang jumlahnya tidak sesuai standar pangkalan. Apalagi, ia sempat dicurhati oleh warga sekitar bahwa sering terjadi kekosongan elpiji di pangkalan tersebut.
Melihat hal tersebut, Emil langsung meminta Executive GM Pertamina Iwan untuk mendatangkan elpiji dari agen terdekat dalam waktu di bawah 30 menit.
"Jadi teman-teman kita men-challenge Pertamina, bisa nggak mendatangkan truk elpiji agen ke sini," kata Emil kepada awakmedia di lokasi, Senin (6/4/2026).
Sekitar 30 menit berselang, sebuah truk elpiji dari Agen Sidosermo datang di lokasi. Emil pun langsung membuka pintu bak belakang truk untuk memastikan ada muatan elpiji.
"Bisa seperti ini Pertamina bukan tanpa perjuangan, maka kami doakan stok Pertamina lancar, distribusi semakin baik, dan tidak ada panic buying di masyarakat. Kalau ada kelangkaan seperti di Tuban, Banyuwangi kami minta warga tidak ada panic buying, agar stok aman. Pertamina sudah menjamin distribusi lancar dan tidak boleh ada main-main untuk kenaikan harga," bebernya.
Mantan Bupati Trenggalek ini memastikan stok elpiji aman di Jawa Timur. Ia sekali lagi mewanti-wanti Pertamina agar memastikan proses distribusi lancar.
"Saya harap distrubusi bisa lancar, seperti saya meminta tadi ketika ada kekosongan elpiji di pangkalan, langsung dilakukan distribusi dari agen atau SPBE," ujarnya.
Berdasarkan data dari PT Pertamina (Persero), ketahanan stok LPG berada dalam kondisi aman. Secara nasional, stok LPG tercatat berada di atas 20 hari, sementara stok siap salur di wilayah Jawa Timur berada di kisaran 4,4 hari sebagai bagian dari sistem distribusi berjalan.
Menurut Emil, angka tersebut merupakan bagian dari mekanisme logistik energi, di mana pasokan terus bergerak dari terminal, pelabuhan, hingga pangkalan.
“Kalau dilihat secara utuh, termasuk yang dalam perjalanan dan sudah berada di pelabuhan, stoknya lebih dari 20 hari. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Di sisi distribusi, Jatim didukung oleh sekitar 36.000 pangkalan LPG resmi yang menjadi titik utama penyaluran kepada masyarakat. Emil memastikan bahwa stok di pangkalan dalam kondisi tersedia dan menjadi acuan pembelian masyarakat.
“Harga di pangkalan sesuai HET sekitar Rp18.000. Kami minta masyarakat membeli di pangkalan resmi agar harga terkendali dan pasokan terjamin,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menanggapi adanya isu kelangkaan LPG 3 kg di beberapa wilayah di Jatim. Menurutnya, secara umum tidak terjadi kelangkaan LPG 3 kg di Jawa Timur.
Berdasarkan pantauannya di lapangan, kondisi sebenarnya adalah terjadi lonjakan permintaan akibat kepanikan masyarakat. Namun saat ini distribusi sudah kembali normal.
“Secara umum aman. Yang terjadi kemarin itu lebih karena panic buying. Jadi saat pembelian meningkat secara bersamaan, distribusi sempat tertekan di beberapa titik, bukan karena stoknya tidak ada. Bahkan saat ini pasokannya kita tambah hingga 73% dari kondisi normal. Dan sekarang sudah lancar dan terkendali," katanya.
Oleh karenanya ia mengimbau masyarakat agar tidak termakan dengan berita hoaks yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian secara masal apalagi menimbun LPG di rumah. Pembelian yang berlebihan lanjutnya, justru berpotensi mengganggu distribusi.
“Kalau satu orang panik mungkin tidak terasa, tapi kalau kepanikan itu terjadi bersama-sama atau sampai terjadi panic buying, distribusi bisa ikut terganggu. Jadi gunakan LPG secara bijak,” pungkasnya.***SO





