-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Disbun Jatim Perkuat Kapasitas SDM Petani Tembakau Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

Jumat, 01 Mei 2026 | Jumat, Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T02:52:52Z



MALANG - Perubahan iklim ekstrem yang memicu fenomena kekeringan panjang hingga banjir bandang kini menjadi ancaman serius bagi sektor perkebunan, khususnya komoditas tembakau. Mengatasi tantangan tersebut, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Perlindungan Perkebunan menggelar langkah proaktif guna menjaga stabilitas produksi dan kesejahteraan petani.

Pada Senin (13/4/2026), telah dilaksanakan kegiatan "Pelatihan Adaptasi & Mitigasi Perubahan Iklim serta Koordinasi Kegiatan Perlindungan Perkebunan" yang bertempat di Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Pemanis dan Serat (BSIP TAS/BRMP), Malang. Acara ini dihadiri oleh perwakilan kelompok tani dan petugas lapangan guna menyelaraskan strategi perlindungan tanaman di tengah cuaca yang tidak menentu.

Tantangan Agroklimat pada Tanaman Tembakau

Tembakau merupakan komoditas yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Ketidakpastian gangguan cuaca menyebabkan fase pertumbuhan yang berakhir pada penurunan kualitas daun serta kuantitas hasil panen. Jika tidak dikurangi sejak dini, kondisi ini akan memicu kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani tembakau di Jawa Timur.

Kepala Bidang Perlindungan Perkebunan, Ibu Susilowati, SP, M.Agr. , dalam berbagai pembukaannya tekanan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama dalam menghadapi krisis iklim ini.

“Kita harus membekali petani dan petugas dengan pemahaman teknis mengenai adaptasi dan mitigasi agar produktivitas usaha tani tetap berkelanjutan dan pendapatan petani tetap terjaga,” ujar Susilowati .

Tujuan dan Fokus Kegiatan

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan solusi komprehensif bagi para pemangku kepentingan perkebunan. Adapun tiga fokus utama dalam agenda ini meliputi:

  1. Peningkatan Literasi Iklim: Memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai pola perubahan iklim dan dampaknya terhadap ekosistem perkebunan.

  2. Strategi Adaptasi dan Mitigasi: Menyusun langkah-langkah teknis, mulai dari pengaturan pola tanam, penggunaan varietas tahan iklim, hingga manajemen udara yang lebih efisien.

  3. Keberlanjutan Usaha Tani: berpikir bahwa setiap kebijakan perlindungan perkebunan berorientasi pada hasil jangka panjang yang ramah lingkungan dan menguntungkan secara ekonomi.

Kolaborasi Menuju Perkebunan Tangguh

Melalui koordinasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga ahli, dan petani di lapangan. Kabid Perlindungan Perkebunan menutup Arahnya dengan mengajak seluruh pihak untuk saling bahu-membahu.

“Mari kita berkolaborasi dan berkomitmen penuh. Sektor perkebunan yang tangguh hanya bisa terwujud jika kita memiliki kesamaan visi dalam menghadapi dinamika alam. Tujuan satu: mewujudkan petani yang lebih sejahtera dan mandiri,” tutupnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Dinas Perkebunan Jawa Timur optimistis sektor tembakau tetap mampu menjadi pilar ekonomi daerah meski berada di bawah bayang-bayang perubahan iklim global.**SO

×
Berita Terbaru Update