-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Tangis Haru Wandori, Penjaga SMAN 2 Surabaya yang Dapat Kejutan Bedah Rumah, "Terima Kasih Ibu Gubernur"

Senin, 04 Mei 2026 | Senin, Mei 04, 2026 WIB Last Updated 2026-05-04T13:51:34Z



SURABAYA, 4 MEI 2026 - Wajah gembira Wandori, tenaga keamanan SMAN 2 Surabaya tidak bisa disembunyikan saat namanya disebut sebagai penerima bedah rumah dari Dinas Pendidikan Jawa Timur.


Pria yang sehari-hari menjaga sekolah favorit di Surabaya, sudah cukup ingin merenovasi rumah mertuanya dimana dia tinggal, namun tidak pernah terwujud karena tidak memiliki uang yang cukup untuk memperbaiki rumahnya.


Wandori pasrah dan tinggal dirumah sederhana bersama istri dan anaknya. Lantai dari tanah, plafon bocor tatkala hujan dinikmati. Sambil berharap suatu saat bisa memperbaiki rumah tersebut.


Hari demi hari dijalani seperti hari hari sebelumnya, berangkat pagi dan pulang saat semua siswa SMAN 2 Surabaya sudah pulang. Saat pulang ke rumah tidak ada perubahan di rumah yang ditempati.


Namun saat esok hari bekerja kembali, Wandori terkejut dipanggil Titik Harian Kepala Sekolah SMAN 2 Surabaya, yang memberi kejutan bahwa rumahnya terpilih ikut dalam program “Bedah Rumah” Dinas Pendidikan Jawa Timur.


Hampir tidak percaya bahwa Wandori disebut sebagai penerima program “Bedah Rumah”. Impian itu menjadi kenyataan. “Saya tidak menyangka kalau rumah saya akan diperbaiki,” kata Wandori ditemui di Gedung Negara Grahadi.


Wandori di Grahadi untuk menerima secara simbolis hasil “Bedah Rumah” yang diserahkan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersamaan dengan Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.


Wandori menceritakan rumahnya sebelum dibedah atapnya rusak, lantainya tanah sehingga lembab. Setelah dibedah, kini lantai memakai keramik dan atapnya diperbaiki. 'Kalau hujan tidak bocor, dan lantai bersih sekarang,” katanya.


Dia sangat berterima kasih dan terima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai yang memilih rumahnya dibedah.


“Matur nuwun Bu Gubernur dan Pak Aries, saya tidak bisa membalas apa apa kecuali ucapan terima kasih,” kata Wandori.


Kegembiraan Wandori juga dirasakan 24 orang lainnya yang menerima program “Bedah Rumah” dari Dinas Pendidikan Jawa Timur. Mereka yang menerima program tersebut mulai dari penjaga sekolah, guru hingga petugas keamanan sekolah.


“Program bedah rumah ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang sering kali dilaksanakan dalam rangka peringatan hari besar, seperti Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai. 


Bedah rumah ini, menurutnya, untuk memberikan perumahan yang layak bagi pegawai atau tenaga kependidikan (GTT/PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur yang memiliki rumah tidak layak huni.


Selain itu, dengan tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman, diharapkan para tenaga kependidikan dapat lebih fokus dalam menjalankan mencerdaskan siswa di Jawa Timur.


"Program ini inisiasi dari Ibu Gubernur secara pribadi. Kami berharap program ini berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. Jangan sampai guru memikirkan kesulitan hidup. Kita ingin mereka hidup lebih layak," jelas Aries.

Ia juga mengatakan bahwa tantangan besar Dinas Pendidikan Jatim saat ini adalah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan. Banyak sekolah negeri maupun swasta masih memerlukan peningkatan fasilitas.

Program ini menjadi program tahunan dan diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkan. Terutama para pendidikan dan mereka yang terlibat dalam pendidikan di Jawa Timur.***SO 




×
Berita Terbaru Update