-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Antisipasi Penurunan Panen di Musim Kemarau, Bulog Jatim Gencarkan Distribusi Beras SPHP

Senin, 08 Juni 2026 | Senin, Juni 08, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T08:58:32Z




SURABAYA 8 JUNI 2026 - Perum Bulog Jawa Timur menggencarkan pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), setelah memasuki musim kemarau, tingkat panen yang mulai menurun.

“Ini tugas kami untuk tetap menjadikan stabilitas harga beras sebagai salah satu fokus utama pemerintah, langkah antisipasi dilakukan mengencarkan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu di Surabaya, Minggu (6/7).
Menurutnya, penyaluran beras SPHP di Jawa Timur telah mencapai 65.648 ton atau sekitar 66% dari target keseluruhan sebesar 98.767 ton.
Realisasi ini merupakan yang tertinggi kedua secara nasional. Program ini diharapkan mampu menjaga harga beras pada tingkat yang stabil, yakni memastikan harga beras medium tidak melebihi angka Rp13.500 per kilogram, ujar Langgeng.
Ia nyaman, harga jual beras SPHP eks gudang Bulog dipatok sebesar Rp11.000/kg, sementara harga jual maksimal dari pedagang ke konsumen ditetapkan sesuai aturan, yakni Rp12.500/kg.
Selain SPHP, program Bantuan Pangan (Banpang) juga tengah disalurkan secara masif di seluruh wilayah Jawa Timur. Program ini menyasar 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) se-Jawa Timur.
Para PBP menerima bantuan langsung berupa natura (beras dan minyak goreng) yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan setidaknya untuk tiga minggu ke depan. Hal ini dinilai efektif untuk menekan permintaan beras dan minyak di pasaran.
Dalam program tersebut, masing-masing PBP menerima alokasi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Untuk alokasi bulan Februari hingga Maret yang sedang berjalan, jumlah beras kualitas medium yang disalurkan mencapai 112.769 ton, ditambah dengan 22,5 juta liter minyak goreng.
Selain itu, penyaluran minyak goreng juga terus dioptimalkan, baik melalui pasar rakyat maupun pasar yang tercatat dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Sepanjang periode April hingga Juni 2026, Bulog Jatim telah menggelontorkan 2.239.405 liter minyak goreng, dengan kontribusi terbesar (64%) disalurkan langsung ke pasar rakyat.
Keberhasilan program-program tersebut terkonfirmasi dari hasil pantauan lapangan pada Minggu (7/6). Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Perum Bulog Kanwil Jatim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya, melakukan observasi langsung di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo. Hasilnya, harga beras medium terpantau stabil di angka Rp12.000/kg (jauh di bawah HET Rp13.500/kg), sementara beras premium dijual di harga Rp14.900/kg sesuai dengan ketentuan HET.
Di lokasi yang sama, minyak goreng merek Minyakita juga terpantau dijual sesuai HET, yakni Rp15.700/liter. Meski demikian, sejumlah pedagang berharap pasokan Minyakita dapat mengingat tingginya permintaan masyarakat. Sekadar informasi, kuota Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita untuk BUMN Pangan (Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma) ditetapkan sebesar 35%, sedangkan 65% sisanya dikelola oleh pihak swasta.

Adapun saat ini, penyumbang inflasi terbesar dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dipimpin oleh komoditas cabai rawit, disusul oleh beras di posisi kedua.
“Tentu program-program pemerintah ini diharapkan mampu terus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras serta minyak goreng, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat agar inflasi tetap terkendali di seluruh wilayah Indonesia,” kata Langgeng.***SO
×
Berita Terbaru Update