PT Jatim Grha Utama (JGU) melakukan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Jatim untuk mempercepat penyelesaian akses jalan menuju Puspo Agro sepanjang 1,2 kilometer, sebagai satu akses untuk memperlancar kawasan Jatim Hub Nusantara Gateway.
Direktur Utama Jatim Grha Utama (JGU), Mirza Muttaqien di Surabaya, Rabu (17/6) mengatakan pihaknya sudah mendapat kepastian bahwa proyek tersebut akan segera direalisasikan melalui APBD murni tahun 2026.
Bila sudah selesai, maka jalan akses tersebut sangat membantu bagi kelancaran kawasan Jatim Hub Nusantara Gateway. “Nantinya akses kontainer menunju ke Puspo Agro akan lebih mudah dan lancar,” katanya.
Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan tersebut menjadi Kehadiran jalan baru ini diharapkan dapat menunjang aksesibilitas menuju Puspa Agro sekaligus meningkatkan kapasitas lalu lintas kontainer, yang selama ini hanya mengandalkan Jalan Sawunggaling. Dinas PU Bina Marga Jatim menargetkan proyek infrastruktur ini akan tersambung sepenuhnya pada Oktober 2026.
Mirza mengatakan pembangunan akses jalan tersebut sangat penting dalam optimalisasi kawasan. "Konsep yang kami kembangkan adalah optimalisasi Puspa Agro menjadi Jatim Hub Nusantara Gateway," ujar Mirza.
Sesuai dengan rencana JGU, bahwa Jatim Hub dirancang sebagai fasilitas kemudahan ekspor-impor berbasis karantina (dry port berbasis karantina dan kepabeanan). Fasilitas ini akan berfungsi sebagai gerbang utama keluar-masuknya komoditas nasional. Keberadaan hub ini juga bakal memperkuat, Keamanan pangan (food security), Sistem biosecurity dan Pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan
"Fungsinya menjaga pintu masuk dan keluar barang sehingga aspek keamanan pangan, biosecurity, dan lainnya bisa terjamin," tambahnya.
Terkait spesifikasi jalan, Mirza menjelaskan bahwa jalur baru ini didesain cukup lebar agar mampu diakses oleh dua armada kontainer secara bersamaan.
"Sedang proses pembangunan. Nanti jalannya lebar, bahkan kontainer bisa dua-dua melintas. Menurut informasi dari Bina Marga, Oktober sudah nyambung. Panjangnya sekitar 1,2 kilometer," jelasnya.
Saat kontainer masuk tidak ada lagi penghambat karena kurang lebar jalan, sebab sesuai rencana jalan akan makin lebar. Bahkan, dua kontainer saling berhimpitan juga masih cukup melewati jalur tersebut.
Sebelumnya, Kawasan JATIM HUB yang berada di Jemundo, Sidoarjo, dibangun di atas lahan seluas 50 hektare dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti gudang, cold storage, tempat penimbunan sementara, laboratorium, serta pusat distribusi terpadu.
Gubernur Jatim Khofifah menyebut penguatan sistem ini sejalan dengan visi “Gerbang Baru Nusantara” yang menempatkan Jawa Timur sebagai penghubung utama perdagangan Indonesia Barat dan Timur.
Menurutnya, posisi strategis Jawa Timur didukung oleh infrastruktur besar, mulai dari bandara, pelabuhan, jalan tol, kawasan ekonomi khusus, hingga kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah.
Ia juga menyoroti peran Pelabuhan Tanjung Perak yang menjadi salah satu simpul utama distribusi logistik nasional, termasuk dominasi arus barang ke wilayah Indonesia Timur.
Tak hanya untuk industri besar, JATIM HUB juga disiapkan sebagai pintu ekspor bagi produk koperasi, UKM, dan industri kecil menengah.
“Kita ingin produk-produk daerah, termasuk produk koperasi, UKM, dan IKM, tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” tuturnya.***DSO





