SURABAYA - Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) memilih untuk cooling down tidak memperuncing suasana terkait pengambilan bantuan sebesar Rp 2 Miliar yang diberikan Yayasan Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo.
“Saya tidak memperuncing persoalan, saya sangat menghormati mereka sebagai guru saya,” kata Ketua Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) Ali Zainal Abidin di Surabaya, Minggu (12/7).
Sebelumnya, Pembatalan bantuan dana kemanusiaan senilai Rp2 miliar untuk Griya Lansia dan Griya Yatim di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, menjadi perhatian publik.
Pengelola yayasan, Arief Camra, akhirnya buka suara terkait alasan di balik batalnya kerja sama dengan seorang donatur yang sebelumnya berkomitmen memberikan bantuan tersebut.
Menurut Arief Camra, komitmen bantuan awal yang disampaikan donatur mencapai Rp2 miliar, dengan pembagian masing-masing Rp1 miliar untuk Griya Lansia dan Rp1 miliar untuk Griya Yatim. Namun sebelum kerja sama dibatalkan, pihak donatur baru mentransfer dana sebesar Rp250 juta.
Pengusaha asal Madura ini, memilih tidak berpolemik [asca kasus pengembalian dana tersebut banyak pelajaran yang bisa dipetik, bagaimana seharusnya menghormati guru.
Dalam keteranganya, bantuan tersebut pada dasarnya tetap disalurkan, namun dialihkan melalui yayasan miliknya sendiri, yakni Yayasan Bani Insan Peduli (BIP). Yayasan yang baru berdiri dua tahun terakhir ini diketahui telah memiliki jaringan relawan yang kuat, khususnya di kawasan Madura.
Ali mengungkapkan dirinya memiliki satu syarat khusus ketika menyalurkan bantuan dalam jumlah besar. "Yang saya minta, kalau sudah saya bantu, yayasan tidak lagi membuka donasi ke publik,," tegasnya.
Karena itu, setelah muncul polemik di masyarakat dengan, Ali mengaku terkejut Pasalnya, selama ini ia belum pernah menghadapi masalah dalam penyaluran donasi, apalagi hingga dananya dikembalikan dan menjadi perbincangan ramai di media sosial.
Sebagai bukti komitmennya dalam berdonasi, Ali mencontohkan kelancaran bantuan yang pernah ia berikan kepada yayasan milik anggota kepolisian sekaligus influencer, Purnomo atau yang akrab disapa Pak Purnomo Polisi Baik di Lamongan.
"Di sana saya bantu mendirikan masjid senilai Rp 1 miliar. Bantuan itu langsung ditransfer dan benar-benar diwujudkan menjadi masjid oleh Pak Purnomo," tuturnya.
Terkait kronologi dengan Griya Lansia dan Griya Yatim, Ali menjelaskan bahwa komitmen bantuan Rp 2 miliar tersebut memang tidak dicairkan sekaligus, melainkan secara bertahap. Pada tahap pertama, Ali telah mentransfer dana senilai Rp 250 juta.
Namun, di tengah proses tersebut, pihak pengurus yayasan atas nama Arief K justru mengembalikan dana awal itu.
Kendati sempat diwarnai insiden pengembalian uang yang tak terduga, Ali memastikan dinamika tersebut tidak sampai merusak silaturahmi. Ia menegaskan komunikasi kedua belah pihak tetap berjalan. "Sampai sekarang hubungan kami dengan pengurus Yayasan Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo masih tetap baik," ujarnya.***





