-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Menteri Ekraf Teuku Riefky: Kreativitas Lokal Jadi Kunci Masa Depan Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | Kamis, Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T08:37:01Z



SURABAYA-Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meyakini masa depan ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia akan semakin cerah. Menurutnya, kunci keberhasilan peta jalan ekraf ke depan sangat bergantung pada penguatan kreativitas lokal di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan Riefky saat hadir dalam acara Jatim Media Summit (JMS) 2026 di Surabaya, Kamis (30/7/2026). Ia memaparkan, antusiasme masyarakat untuk terjun ke industri ini terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya.

"Pada tahun 2020, jumlah pekerja di sektor ekraf berada di angka 19,39 juta orang. Tahun lalu, angkanya melonjak signifikan hingga menembus 27,40 juta pekerja. Artinya, rata-rata ada penambahan lebih dari satu juta pekerja baru di sektor ekraf setiap tahunnya," ungkap Riefky.

Pertumbuhan ekosistem ini juga dibuktikan dengan derasnya arus investasi yang masuk. Tahun lalu, realisasi investasi di sektor ekraf sukses menyentuh Rp183 triliun, melampaui target awal yang dipatok sebesar Rp136,38 triliun. Catatan gemilang juga terjadi di sektor ekspor yang berhasil meraup 31,94 miliar dolar AS, jauh di atas target 26,44 miliar dolar AS.

Dalam kesempatan yang sama, Riefky secara khusus mengapresiasi kontribusi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memajukan industri kreatif nasional. Sepanjang Januari hingga April 2026, Jatim sukses bertengger di jajaran tiga besar provinsi dengan nilai ekspor ekraf tertinggi di Indonesia. Prestasi ini disumbang oleh empat subsektor andalan: kriya, kuliner, game developer, dan fotografi.

Lebih lanjut, Riefky menjelaskan bahwa dalam penyusunan peta jalan ekraf 2026-2029, kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat krusial. Guna mendukung penguatan tersebut, pemerintah tengah mendorong reaktivasi tiga sektor ekraf, yakni menghidupkan kembali desa kreatif dan creative hub, serta melakukan pendampingan agar brand lokal bisa segera naik kelas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Adhy Karyono, menyoroti pentingnya peran strategis media massa dalam membangun ekosistem ekraf. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), fungsi media dituntut untuk ikut berevolusi.

"Di tengah perilaku masyarakat yang terus berubah, media saat ini tidak hanya dituntut untuk menyajikan kabar secara akurat dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, kehadiran media harus memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi ekosistem ini," tegas Adhy.***

×
Berita Terbaru Update