-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Plt Kepala Dinas Perkebunan Jatim Dr. Ir. Heru Suseno, MT, Lakukan MOU dengan Pemprov Pekabaru pada Misi Dagang dan Investasi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | Selasa, Juli 07, 2026 WIB Last Updated 2026-07-14T02:52:38Z


SURABAYA — Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam menggerakkan roda perekonomian dan memperluas pasar produk lokal unggulan kembali menorehkan hasil positif. Melalui program Misi Dagang antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Riau, terjalin kolaborasi strategi yang mencatatkan nilai-nilai transaksi signifikan, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan.

Kerja sama strategis ini secara resmi ditandatangani oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Riau. Momen penandatanganan tersebut turut disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam pemaparannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyumbang transaksi terbesar pada Misi Dagang kali ini didominasi oleh sektor-sektor strategi andalan Jawa Timur. Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas jangkauan pasar, dan memastikan distribusi komoditas unggulan daerah berjalan optimal.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah perusahaan dari berbagai daerah di Jawa Timur berhasil membukukan kesepakatan dagang lintas provinsi dengan rincian sebagai berikut:

  • Sektor Peternakan dan Olahan Daging: PT Kharim Mandiri Indonesia asal Kota Kediri menyepakati kerja sama dengan PT Unggas Riau Perkasa (Kampar) dengan nilai mencapai Rp202,19 miliar per tahun. Kesepakatan ini mencakup komoditas daging sapi, unggas, susu, Day Old Chicken (DOC), dan domba.

  • Sektor Kebutuhan Pokok: PT Ayo Tani dari Kabupaten Kediri mencatatkan kontrak senilai Rp108,5 miliar per tahun dengan PT Riau Multi Trade (Pekanbaru) untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti beras, bawang merah, cabai, gula merah, dan teh curah. Selain itu, PT Ayo Tani juga berhasil membukukan transaksi tambahan senilai Rp101,4 miliar dengan PT Riau Pangan Bertuah (Pekanbaru).

  • Sektor Perikanan: PT Suri Tani Pemuka asal Kabupaten Sidoarjo menjalin kerja sama dengan PT Anagi Mandiri Sejahtera (Kampar) senilai Rp71,11 miliar per tahun guna memenuhi kebutuhan pakan ikan, pakan udang, dan benur.

  • Sektor Perkebunan: CV Satriya Abdi Buana (Surabaya) menyepakati pembelian 1.200 ton kelapa jambul dari PT Korindo Komplit Karbon (Pekanbaru) dengan nilai transaksi mencapai Rp43,2 miliar per tahun.

  • Sektor Industri Hasil Tembakau: Pabrik Rokok Dian Mulyo (Kabupaten Trenggalek) juga mencatatkan transaksi strategi senilai Rp79,2 miliar per tahun dengan Kholis Romli (Sukamara).

Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pencatatan angka transaksi sesaat, melainkan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian kedua wilayah. Sinergi strategi antara Jawa Timur dan Riau ini diproyeksikan akan memperkokoh pilar ketahanan pangan nasional, mempercepat laju distribusi komoditas, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, selaras dengan semangat pembangunan Jawa Timur yang progresif.***

×
Berita Terbaru Update