-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Gus Yahya Soroti Potensi Konflik Persidangan: Butuh Layar Besar Pantau Kericuhan

Selasa, 25 Agustus 2026 | Selasa, Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T06:47:21Z


 


SURABAYA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) minta perlunya pembenahan di sejumlah sektor khususnya di ruang persidangan untuk memetakan potensi bila terjadi konflik di persidangan. 


"Saya kira di setiap venue persidangan perlu ada layar besar yang bisa meninjau keberlangsungan persidangan, agar kelihatan baris mana yang ricuh, kelompok mana yang rusuh," kata Gus yahya saat meninjau lokasi Muktamar di Jombang, Rabu (26/8).


Saat mengelilingi venue, Gus Yahya memberikan dua penekanan teknis krusial untuk menjaga kelancaran dan kekhidmatan musyawarah. Diantaranya, terkait layar besar di ruang persidangan.


Selain itu, Gus Yahya juga menekankan disiplin pengeras suara yang jadi penentu kunci kelancaran persidangan.  "Disiplin mic itu penting. Jangan biarkan orang pegang mic kecuali dipersilakan oleh pimpinan sidang," tegasnya.


Di sela peninjauan infrastruktur, Gus Yahya sempat berkelakar mengapresiasi revitalitasi beberapa tempat.  "Saya kira ini menara ini dipugar, jadi menara asli justru yang menyesuaikan desain logo Muktamar," ujarnya disambut gelak tawa.


Mengawali agenda tersebut, Gus Yahya terlebih dahulu sowan ke Ndalem Kasepuhan KH Chasbullah (persis di depan masjid) yang kini ditempati Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdullah Rozaq. Pertemuan berlangsung hangat dengan memadukan diskusi teknis Muktamar dan kelakar.


Dalam perbincangan di Ndalem Kasepuhan, Gus Yahya mengungkapkan keyakinannya atas restu Pendiri NU, KH A. Wahab Chasbullah, terhadap helatan ini. Ia menceritakan pengalamannya saat berziarah ke maqbaroh Mbah Wahab.


"Saya kira Mbah Wahab yang menjadi wasilah Muktamar Tambakberas ini. Saya selalu matur ke Mbah Wahab, Mbah Wahab sudah pasrah ke Kiai Rozaq: 'Wis awakmu turu ae, wis ono Kiai Rozaq,'" katanya. 


Ia juga mengenang momen unik sewaktu ziarah yang selalu dipadati peziarah dari berbagai daerah. 


"Pernah ada orang Pati tiba-tiba berbisik, titip Gus Rozin untuk jalan tengah kalau rusuh. Lah, ditunggoni Mbah Wahab kok rusuh," lanjutnya.


Kehangatan silaturahmi ditutup dengan kenangan percakapan bersama KH Amanullah (Anggota DPR RI 1999–2004) mengenai dinamika khas warga lokal.***


×
Berita Terbaru Update