SURABAYA, 13 AGUSTUS 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh alumni Universitas Airlangga untuk terus memperkuat jejaring lintas sektor dan lintas negara.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong agar alumni Unair tidak hanya hadir sebagai sebuah organisasi tetapi lebih fungsional dan berdampak bagi kemajuan daerah.
"Pokoknya kita ini menanam, menanam, menyiram, menyiram. Insya Allah pada saatnya nanti akan panen. Kalau bukan kita yang panen tentu nanti akan ada yang memanen, artinya hadirnya kita, kerja kita Insya Allah dapat memberikan manfaat," ujarnya saat menghadiri Forum Silaturahmi bersama IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (10/8) malam.
Menurutnya, forum silaturahmi alumni UNAIR tidak hanya ajang untuk bertatap muka sesama alumni, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
"Semakin banyak kontribusi yang diberikan, maka background akademik juga akan terbawa, bagaimana IKA UNAIR mengambil peran maka UNAIR pun akan teridentifikasi,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan alumni UNAIR bisa dimulai dengan peran sertanya dalam membuka jalan terjalinnya kerjasama Jawa Timur dengan daerahnya. Peran serta tersebut akan menjadi sangat strategis bagi pembangunan di dua daerah tersebut.
" Sinergi ini menjadi satu hal potensial yang dibutuhkan, tidak hanya memperkuat jejaring tetapi lebih dari itu, membuka pintu kolaborasi untuk pembangunan yang lebih baik," jelasnya.
"Jejaring alumni adalah kekuatan besar. Ketika jejaring ini terus dipelihara melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik, maka manfaatnya akan dirasakan bukan hanya oleh almamater, tetapi juga oleh masyarakat luas," imbuhnya.
Khofifah menjelaskan keterlibatan alumni menjadi lebih berarti ketika ia mampu memberikan kontribusi berarti bagi kemajuan pembangunan daerah. Oleh karenanya ia mengajak agar alumni Unair di Kalimantan Barat ini tidak ragu untuk mengambil peran di sektor apapun.
"Beberapa _best practice_ Jawa Timur bisa menjadi satu hal yang dapat dikaji dan direplikasi di Kalimantan Barat jika berkesuaian," terangnya.
Khofifah juga melakukan pertemuan dengan IKA UNAIR Chapter Amerika yang selama ini telah aktif membantu konektifitas alumni UNAIR untuk megang di berbagai perusahaan raksasa dunia yang ada di Amerika Serikat. Pertemuan dilaksanakan di Grahadi pada Rabu (12/8).
"Bahwa untuk bisa mencapai ini tentu tidak mudah, tetapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa, ekosistem dan kultur harus dibangun dan dibentuk sehingga semua bisa memliki semangat yang sama untuk kemajuan pembangunan," tuturnya.
"Mari saling belajar, saling berbagi pengalaman, terutama untuk memperkuat kualitas SDM, karena peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah investasi terbaik untuk kemajuan daerah maupun bangsa, ini bisa diawali dari membangun jejaring melalui IKA UNAIR,” tegasnya.
Tidak berhenti di situ, terkait kerjasama dengan Kalimantan Barat , Khofifah juga menyampaikan bagaimana sektor peternakan dan pertanian di Jawa Timur ini memiliki kontribusi terbesar bagi Indonesia. Karenanya, ia mengundang keterlibatan alumni UNAIR di Kalimantan Barat untuk mengambil peran.
"Di Jawa Timur ada Balai Besar Inseminasi Buatan milik akementan RI untuk sapi ya, saya rasa teknologinya sederhana, dan bisa dilakukan di sini, semua bisa diadaptasi di sini , disesuaikan dengan kemampuan daerah" sebutnya.
Forum dialog berlangsung hangat dan produktif. Beberapa alumni menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk bagaimana IKA UNAIR berperan dalam mengembangkan karir bagi para alumni yang _fresh graduated_.
Menyikapi hal tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa IKA UNAIR juga akan membantu pengembangan karir bagi alumni UNAIR tidak hanya bagi _fresh graduated,_ tetapi juga pengembangan karir seluruh alumninya, seperti uji kompetensi advokasi, fasilitasi persiapan mengikuti CASN, hingga magang dan pengembangan karir di luar negeri.
"IKA UNAIR juga menjembatani hingga ke luar negeri karena ada 5 cabang internasional yang aktif, salah satunya ada di USA yang memfasilitasi untuk bisa magang di industri raksasa Amerika , selama di sana bisa tinggal di rumah alumni-alumni UNAIR, kembali ke Indonesia membawa nilai tawar yang tinggi," jelasnya.
Khofifah menyambut positif berbagai masukan dan aspirasi tersebut. Menurutnya, berbagai masukan dan aspirasi yang mengemuka dalam forum tersebut menjadi langkah awal ikhtiar bersama untuk pembangunan yang lebih baik.
"Mari belajar bersama, mari tumbuh bersama, berkembang bersama dan maju bersama," tegasnya.
Di kesempatan yang sama juga disampaikan capaian membanggakan Unair di tingkat internasional. Menurut Quacquarelli Symonds (QS) World University Rangkings tahun ini UNAIR berada di peringkat 276, posisi ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya di 287.
“Posisi ini karena salah satu peran pentingnya ada di alumni, yaitu employee reputation yang melihat masa tunggu dan gaji pertama alumninya," katanya.
Tahun 2025, UNAIR berhasil menempati peringkat ke-9 dunia dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings, sekaligus menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) versi THE Impact Rankings.
Menurut Khofifah, berbagai capaian tersebut dapat dicapai juga karena keterlibatan peran serta para alumni. Kerja-kerja sosial dari para alumni teramplifikasi lewat media-media yang mengcapture kontribusi IKA UNAIR.
Oleh sebab itu ia mendorong seluruh alumni untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, memperluas jejaring kerja sama, menjadi penggerak kolaborasi, penyebar narasi positif, serta berkontribusi nyata melalui pengabdian di bidangnya masing-masing untuk mendukung kemajuan daerah dan bangsa.
"Mari kita terus menjaga silaturahmi, memperkuat jejaring, menyebarluaskan informasi positif tentang almamater, bangun kolaborasi lintas daerah, dan memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian kita kepada masyarakat di bidang masing-masing," pungkasnya.***





