-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Gubernur Khofifah Hadiri Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Bawa Dukungan Kafilah Jatim Tampil Maksimal dan Berikan Hasil Gemilang

Sabtu, 12 September 2026 | Sabtu, September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-13T04:13:47Z


 



SEMARANG, 13 SEPTEMBER 2026 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9) malam. 


Dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno dengan didampingi Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi, MTQ Nasional XXXI ini diikuti 2.242 kafilah dari 37 provinsi se-Indonesia.


Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan, kehadirannya menjadi bentuk dukungan moril sekaligus doa bagi kafilah Jawa Timur agar tampil maksimal dan memberi hasil terbaik di ajang nasional tersebut. 


Bahkan Gubernur Khofifah berharap, kafilah Jawa Timur mampu membawa pulang gelar Juara Umum di MTQ nasional kali ini. 


“Namun yang paling penting adalah anak-anak kita bisa tampil dengan sebaik-baiknya. Kita memberikan dukungan moril dan doa agar seluruh kafilah Jatim diberikan kesehatan, kelancaran, ketenangan dan kemampuan terbaik dalam mengikuti seluruh rangkaian MTQ,” kata Khofifah.


Ia menegaskan, perjuangan para kafilah tidak hanya membawa nama pribadi maupun daerah asal, tetapi juga membawa nama Jawa Timur di tingkat nasional. Karena itu, Khofifah meminta seluruh peserta menjaga kekompakan, kesehatan, sportivitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur'an selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.


“Insya Allah ikhtiar lahir dan batin sudah dilakukan. Tinggal bagaimana anak-anak kita berjuang dengan penuh keyakinan, tawakal dan tetap menjaga akhlak. Semoga Allah memberikan hasil terbaik untuk Kafilah Jawa Timur,” ujarnya.


Sebelumnya, Khofifah secara langsung melepas keberangkatan Kafilah Jatim dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/9). 


Sebanyak 116 anggota kontingen Jatim diberangkatkan menuju Semarang, terdiri atas 56 peserta, 34 ofisial, 18 pembina dan delapan pendamping. Dari 56 peserta tersebut, masing-masing terdiri atas 28 putra dan 28 putri.


Saat melepas keberangkatan kafilah, Khofifah juga menyampaikan target agar Jawa Timur mampu meraih predikat juara umum MTQ Nasional XXXI. Target tersebut, menurutnya, harus diiringi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, baik melalui pembinaan dan persiapan teknis maupun penguatan spiritual.


“Terima kasih kepada seluruh official, pembina dan pendamping yang sudah membimbing anak-anak kita. Terima kasih juga karena peserta Kafilah Jatim dikawal dengan khotmil Quran. Mudah-mudahan sehat, lancar, sukses, kompak dan juara umum,” kata Khofifah 


Khofifah menilai doa dan dukungan masyarakat Jawa Timur menjadi energi tersendiri bagi para kafilah yang akan berkompetisi dalam berbagai cabang dan golongan. Ia berharap masyarakat Jatim turut mendoakan agar seluruh peserta dapat menjalankan setiap tahapan perlombaan dengan tenang dan memberikan penampilan terbaik.


Menurutnya, capaian prestasi dalam MTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperoleh. Lebih dari itu, MTQ menjadi ruang untuk membangun kecintaan terhadap Al-Qur'an, membentuk karakter generasi Qur'ani , sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.


“MTQ ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Ada nilai yang jauh lebih besar, yaitu bagaimana Al-Qur'an menjadi sumber inspirasi, membentuk akhlak dan menjadi cahaya bagi kehidupan kita,” tutur Khofifah.


MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur'an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban.” Tema tersebut, menurut Khofifah, sejalan dengan pentingnya membangun generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara intelektual dan kompetitif, tetapi juga memiliki karakter, akhlak dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.


Ia berharap pengalaman mengikuti MTQ Nasional di Semarang dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Jawa Timur.


“Semoga anak-anak kita membawa pulang prestasi terbaik, tetapi yang lebih penting mereka membawa pulang pengalaman, keteladanan dan semangat untuk terus mencintai Al-Qur'an. Dari Semarang, kita kirim doa terbaik untuk perjuangan Kafilah Jawa Timur,” pungkasnya.***



×
Berita Terbaru Update