-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

KOPI JAWA TIMUR PERLUAS PASAR LEWAT MISI DAGANG DAN INVESTASI DI SUMATERA UTARA

Senin, 28 September 2026 | Senin, September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-01T02:55:30Z


 


SUMATERA UTARA — Komoditas kopi menjadi salah satu produk unggulan Jawa Timur yang mendapat perhatian dalam ajang Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Sumatera Utara. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperluas jaringan pemasaran produk perkebunan Jawa Timur sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis antardaerah.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, turut meninjau secara langsung berbagai produk kopi unggulan yang dibawa dalam kegiatan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat potensi komoditas kopi Jawa Timur dalam menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk peluang pengembangan kerja sama dengan pelaku usaha di Sumatera Utara.

Kegiatan Misi Dagang dan Investasi tersebut juga dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran pimpinan daerah bersama jajaran perangkat daerah dan pelaku usaha menunjukkan komitmen Jawa Timur dalam memperkuat perdagangan antardaerah sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah berbagai komoditas unggulan daerah.

Heru Suseno mengatakan, kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Jawa Timur memiliki beragam wilayah penghasil kopi dengan karakteristik dan cita rasa yang berbeda, sehingga memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.

“Kopi Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi produksi maupun kualitas. Melalui misi dagang seperti ini, kita ingin mempertemukan produk-produk unggulan Jawa Timur dengan pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi petani dan pelaku usaha,” ujar Heru Suseno.

Menurut Heru, pengembangan komoditas kopi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Penguatan sektor perkebunan juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas, pengolahan pascapanen, pengemasan, branding, hingga perluasan akses pasar.

Karena itu, kerja sama antardaerah dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perdagangan yang saling menguntungkan. Jawa Timur tidak hanya memiliki produk yang dapat dipasarkan ke daerah lain, tetapi juga membutuhkan jaringan distribusi dan mitra usaha yang mampu memperluas penetrasi produk tersebut.

“Yang kita dorong bukan hanya bagaimana kopi ini terjual, tetapi bagaimana nilai tambahnya bisa semakin meningkat. Petani harus mendapatkan manfaat yang lebih besar, pelaku usaha berkembang, dan produk kopi Jawa Timur semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional,” kata Heru.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai produk kopi unggulan Jawa Timur menjadi bagian dari potensi komoditas yang diperkenalkan kepada pasar Sumatera Utara. Keberagaman produk tersebut menjadi gambaran bahwa komoditas perkebunan Jawa Timur memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui inovasi dan kolaborasi.

Heru menambahkan, pasar antardaerah memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Dengan terbukanya akses pasar baru, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membangun jaringan bisnis yang lebih luas.

“Misi dagang ini menjadi ruang untuk membangun konektivitas antara produsen, pelaku usaha, distributor dan pasar. Kita berharap dari pertemuan seperti ini muncul transaksi, investasi, dan kerja sama yang berkelanjutan,” tuturnya.

Kerja sama Jawa Timur dan Sumatera Utara juga dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan karena kedua daerah memiliki potensi ekonomi yang beragam. Pertemuan antarpelaku usaha dapat menjadi pintu masuk bagi terbentuknya kemitraan baru, baik dalam perdagangan komoditas, pengolahan produk maupun investasi.

Bagi sektor perkebunan, penguatan pasar menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan komoditas yang dihasilkan petani memiliki nilai ekonomi yang semakin baik. Selain kopi, berbagai komoditas perkebunan Jawa Timur juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pendekatan hilirisasi dan peningkatan daya saing.

Heru menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan dengan melibatkan berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, petani, koperasi, pelaku usaha, dunia industri dan pasar menjadi kunci agar potensi perkebunan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Kita ingin komoditas perkebunan Jawa Timur tidak berhenti sebagai bahan baku. Ada proses peningkatan kualitas, pengolahan, pengemasan, branding dan pemasaran sehingga nilai tambahnya semakin besar dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani,” jelasnya.

Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Sumatera Utara pada akhirnya bukan sekadar agenda mempertemukan penjual dan pembeli. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan ekonomi antardaerah yang saling memperkuat.

Khusus komoditas kopi, peluang tersebut menjadi momentum untuk membawa produk lokal Jawa Timur keluar dari pasar tradisionalnya menuju pasar yang lebih luas. Dengan dukungan promosi, peningkatan kualitas produk, serta jaringan perdagangan yang semakin kuat, kopi Jawa Timur diharapkan mampu memperluas pangsa pasar dan meningkatkan daya saing.

“Kopi Jatim harus terus membentangkan sayap lebih luas. Kita ingin produk kopi dari Jawa Timur semakin dikenal, semakin banyak masuk ke pasar, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta menggerakkan ekonomi daerah,” pungkas Heru Suseno.

Melalui penguatan kerja sama perdagangan dan investasi, Jawa Timur dan Sumatera Utara diharapkan dapat membangun sinergi ekonomi yang semakin solid. Komoditas lokal dari masing-masing daerah tidak hanya menjadi produk perdagangan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembuka peluang usaha baru di tingkat nasional maupun internasional.


×
Berita Terbaru Update