SURABAYA – Pekerjaan orang tua bukanlah batas bagi cita-cita anak. Pesan itulah yang ingin disampaikan Partai Golkar saat menyalurkan 200 paket sembako kepada para sopir angkutan kota (angkot) atau yang akrab disebut sopir lyn di Terminal Joyoboyo, Surabaya.
Di balik bantuan kebutuhan pokok tersebut, terselip kisah perjalanan hidup Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang pernah menjadi sopir angkot saat muda. Pengalaman itu menjadi inspirasi bagi para sopir lyn dan keluarga mereka untuk terus berjuang, menjaga harapan, serta memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Arif Fathoni, yang akrab disapa Toni, mengatakan penyaluran bantuan tetap dilaksanakan meski Bahlil belum dapat hadir langsung untuk menyapa para sopir lyn. Bahlil harus memenuhi panggilan Presiden untuk membahas persoalan bangsa.
“Pak Bahlil di masa mudanya pernah menjadi sopir angkot. Hari ini, alhamdulillah, beliau dipercaya Presiden menjadi menteri dan Ketua Umum Partai Golkar,” kata Toni.
Menurut Toni, perjalanan hidup Bahlil memberikan pesan bahwa pekerjaan yang dijalani seseorang pada masa lalu tidak serta-merta menentukan masa depannya. Latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi bukan alasan untuk menyerah dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.
Pesan tersebut, kata dia, terutama ditujukan kepada anak-anak sopir angkot yang tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi. Mereka diharapkan tetap percaya diri, berani memiliki cita-cita tinggi, dan tidak merasa rendah diri karena pekerjaan orang tuanya.
“Kita ingin memberikan pesan kepada anak-anak sopir angkot se-Jawa Timur agar jangan pernah patah arang dalam menggapai cita-cita. Dengan kerja keras, anak sopir sekalipun bisa menjadi orang sukses di Republik yang kita cintai ini,” ujarnya.
Bantuan Sembako untuk Mereka yang Berjuang di Jalanan
Bagi para sopir lyn, rutinitas sehari-hari bukan sekadar mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Ada kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, biaya pendidikan anak yang perlu disiapkan, serta harapan keluarga yang terus diperjuangkan.
Dalam situasi tersebut, bantuan 200 paket sembako diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok para penerima. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk perhatian terhadap pekerja transportasi yang turut mendukung mobilitas masyarakat Surabaya.
Toni menjelaskan, kepedulian terhadap para sopir lyn tidak semestinya berhenti pada penyaluran bantuan. Ada pesan sosial yang ingin dibangun, yakni memperkuat optimisme masyarakat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki kehidupannya.
Kisah Bahlil menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu dimulai dari kondisi yang mudah. Seseorang dapat tumbuh dari pekerjaan sederhana, menghadapi berbagai keterbatasan, kemudian memperoleh kesempatan untuk mengambil peran yang lebih besar.
Bahlil kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi, sekaligus Ketua Umum Partai Golkar. Perjalanan tersebut menjadi contoh yang ingin dibagikan kepada para sopir lyn agar mereka tetap memelihara harapan bagi masa depan anak-anaknya.
Menjaga Harapan di Tengah Keterbatasan
Sebelumnya, Bahlil dijadwalkan datang ke Terminal Joyoboyo untuk bertemu langsung dengan para sopir lyn. Namun, agenda tersebut harus ditunda karena ia dipanggil Presiden untuk membahas persoalan bangsa.
Meski demikian, Golkar memastikan penyaluran 200 paket sembako tetap berlangsung sesuai rencana. Hingga kegiatan dilaksanakan, belum ada informasi mengenai jadwal pengganti untuk agenda pertemuan Bahlil dengan para sopir.
Melalui kegiatan tersebut, Golkar ingin menyampaikan bahwa perhatian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui bantuan nyata sekaligus pesan yang membangun semangat. Bagi para sopir lyn, dukungan terhadap keluarga, terutama pendidikan dan masa depan anak-anak, menjadi bagian penting dari perjuangan sehari-hari.
Di tengah kesibukan mencari penumpang dan memenuhi kebutuhan rumah tangga, para sopir tetap menyimpan harapan agar anak-anak mereka kelak memiliki kehidupan yang lebih baik.
Harapan itulah yang ingin diperkuat melalui penyaluran sembako di Terminal Joyoboyo. Sebab, profesi orang tua tidak seharusnya menjadi batas bagi impian seorang anak. Dengan kesempatan, kerja keras, dan kegigihan, masa depan yang lebih baik tetap terbuka untuk diperjuangkan.**





