-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Kekeringan Melanda Jatim, Gubernur Khofifah Keluarkan Surat Edaran (SE) Ajak Masyarakat Jatim Gelar Shalat Istisqa

Selasa, 20 Oktober 2026 | Selasa, Oktober 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-21T02:08:53Z


 

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pemerintah kabupaten/kota bersama ulama, tokoh agama, dan masyarakat untuk melaksanakan Shalat Istisqa’ sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur.


Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Shalat Istisqa’. 


"Saya baru saja mengeluarkan surat edaran mengajak ssmua elemen untuk melakukan sholat istisqa," kata Gubernur di Prigen, Pasuruan, Selasa Malam. 


 Dalam surat edaran tersebut disebutkan, hingga awal Oktober 2026 tercatat sebanyak 25 kabupaten/kota telah menetapkan status kedaruratan kekeringan.


Melalui kebijakan tersebut, Khofifah meminta pemerintah daerah menggerakkan dan memfasilitasi pelaksanaan Shalat Istisqa’ hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan, terutama di wilayah yang terdampak kekeringan.


Pelaksanaan ibadah tersebut diharapkan menjadi ikhtiar spiritual sekaligus momentum memperkuat kepedulian dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan.

Khofifah juga mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, takmir masjid, pondok pesantren, aparatur sipil negara (ASN), serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqa’.


Selain itu, Khofifah mendorong masyarakat memperbanyak istighfar, sedekah, dan doa untuk memohon turunnya hujan. Upaya tersebut juga perlu disertai tindakan nyata dengan menjaga serta menghemat penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari.


"Tidak hanya menekankan ikhtiar spiritual, Gubernur Khofifah turut meminta pemerintah daerah memperkuat sinergi untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih," katanya.

Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu perhatian penting agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar selama kondisi kekeringan berlangsung.


Dalam pelaksanaannya, pemerintah kabupaten/kota diminta menyesuaikan waktu dan teknis Shalat Istisqa’ dengan situasi, kondisi, serta kearifan lokal masing-masing daerah.


Melalui surat edaran tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk menghadapi kekeringan melalui perpaduan ikhtiar spiritual, penghematan air, dan gotong royong membantu warga terdampak.


Langkah ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas antarmasyarakat sekaligus memastikan kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah terdampak kekeringan tetap menjadi perhatian bersama.***


×
Berita Terbaru Update