-Tekankan Sinergi Pemprov dan 38 Kabupaten/Kota dalam Pembangunan Berbasis Data
SURABAYA, 1 NOVEMBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026 atas Kemenangan Memulihkan dan Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur.
Apresiasi tersebut merupakan bagian dari malam puncak penganugerahan Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026 di Surabaya, Jumat (30/10). Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin hadir mewakili Gubernur Khofifah.
Jawapos.com Wilwatikta Awards 2026 diselenggarakan oleh JawaPos.com bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini mengapresiasi kinerja pembangunan pemerintah daerah melalui penilaian berbasis data resmi BPS dengan indikator dan parameter yang diukur.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa capaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan 38 pemerintah kabupaten/kota. Menurutnya, keselarasan perencanaan dan penggunaan data yang sama menjadi fondasi penting untuk memastikan pembangunan berjalan terarah, terukur, dan saling mendukung.
“Ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama 38 kabupaten/kota bergerak dengan data yang sama, terukur, dan terpadu, insyaallah Jawa Timur akan semakin kokoh menjadi Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya, Minggu (1/11).
Gubernur Khofifah juga menegaskan, penguatan perekonomian daerah perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai sektor penggerak perekonomian. Di antaranya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta investasi yang berperan dalam memperluas aktivitas usaha dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ia menambahkan, UMKM dan koperasi memiliki posisi strategis karena menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.
“Maka, penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, serta dukungan terhadap ekosistem usaha perlu terus dilakukan agar sektor tersebut semakin produktif dan berdaya saing,” jelasnya.
Di sisi lain, upaya menjaga iklim investasi juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Investasi yang diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Khofifah menyebut, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pencapaian angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas melalui peningkatan kesejahteraan dan pemerataan perekonomian.
Untuk itu, penggunaan data yang akurat menjadi kebutuhan mendasar dalam menentukan arah kebijakan. Data yang diselaraskan antardaerah akan membantu pemerintah mengenali kebutuhan masyarakat, memetakan persoalan pembangunan, sekaligus menetapkan program prioritas secara lebih tepat sasaran.
Menurutnya, kesamaan dasar pengukuran juga diperlukan agar pencapaian pembangunan setiap daerah dapat dibandingkan dan dievaluasi secara objektif. Dengan demikian, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat menyusun langkah-langkah tindak lanjut secara terpadu sesuai tantangan dan potensi masing-masing wilayah.
Sementara itu, CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar menyampaikan bahwa nama Wilwatikta yang mengingatkan pada kejayaan Majapahit diharapkan menjadi inspirasi untuk meneruskan kebaikan dan menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.
“Warisan terbesar bukan sekedar kebanggaan pada masa lalu, melainkan semangat untuk meneruskan kebaikan, menghadirkan kemajuan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dhimas menekankan bahwa semangat tersebut menjadi makna penting Wilwatikta Awards, yakni mendorong kemajuan daerah yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Adapun Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati menyampaikan bahwa penggunaan data sebagai dasar penilaian menjadi terobosan dalam penyelenggaraan Wilwatikta Awards 2026.
Menurut Herum, pendekatan berbasis data memungkinkan pencapaian pembangunan masing-masing daerah diukur secara lebih objektif. Hasil pengukuran tersebut sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan acuan pengembangan wilayah ke depan.
Ia menekankan bahwa data yang akurat menjadi pijakan untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, pengukuran pencapaian pembangunan dapat mendukung upaya perbaikan kebijakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.***





