-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Hadir di Misi Dagang dan Investasi di Provinsi NTB

Rabu, 09 Juli 2025 | Rabu, Juli 09, 2025 WIB Last Updated 2025-07-14T11:29:05Z


NUSA TENGGARA BARAT, 9 JULI 2025


Surabayasatu.net - Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur ikut ambil bagian dalam Misi dagang dan Investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah produk lokal unggulan dari Jatim dipamerkan dalam acara tersebut.


Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Dydik Rudy Prasetya hadir dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, (9/7) dan sejumlah kepala OPD Pemprov Jatim.


Produk unggulan Dinas Perkebunan Jatim dipamerkan dalam misi dagang dan investasi di NT, seperti kopi, coklat serta sejumlah produk unggulan lainnya. “Ini bagian upaya mengenalkan produk unggulan kita di NTB ,” kata Kadisbun Jatim.


Pada Misi Dagang Pemprov Jawa Timur dengan Nusa Tenggara Barat mencatatkan transaksi final mencapai Rp 1.068.809.135.000,- nilai ini meningkat sangat signifikan dibanding misi dagang yang sebelumnya digelar tahun 2023 dengan transaksi sebesar 251,39 miliar. Bahkan angka ini merupakan transaksi misi dagang tertinggi sepanjang tahun 2025 mengungguli transaksi misi dagang yang dilakukan di Kalimantan Timur Mei lalu  yang mencapai Rp  1.053.146.943.500,-.


Misi Dagang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Hotel Lombok Raya, Mataram, Rabu (9/7).


Atas capaian tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan optimismenya bahwa misi dagang akan membuka peluang baru yang lebih luas bagi dunia usaha serta investasi di Jawa Timur maupun Nusa Tenggara Barat 


"Alhamdulillah transaksi final per pukul 17.00 WITA transaksi yang tercatat mencapai Rp 1,068 triliun dengan rincian Jatim menjual Rp 764,912 miliar dan Jatim membeli Rp 153,896 miliar. Jatim Investasi senilai Rp 150 miliar. Transaksi ini di atas target kita dan semoga terus menumbuhkan perekonomian bagi kedua provinsi," ujarnya. 


Menurutnya, hasil transaksi pada misi dagang hari ini bisa tembus Rp 1,068 triliun dan di atas target, karena embrio bisnis Jatim dan NTB sudah terbentuk. 


“Untuk itu, mari kita tingkatkan hasil transaksi untuk memberikan penguatan yang lebih kolaboratif hari ini dan akan datang," kata Khofifah. 


Misi Dagang di Nusa Tenggara Barat dihadiri 200 pelaku usaha dari kedua provinsi, terdiri dari 80 pelaku usaha dari Provinsi Jawa Timur dan 120 pelaku usaha dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. 


"Dari hasil transaksi, Jatim menjual produk hasil pakan ikan dan udang, rokok, kopi, cabe, daging ayam beku, daging bebek, ayam kampung, produk batik , fashion dan bumbu dapur organik. Sebaliknya Jatim membeli yellow Fin tuna, tembakau, jagung, hasil perikanan, dan kulit kambing mentah garaman, bibit bawang merah, dan sapi hidup," jelasnya.***SO



×
Berita Terbaru Update