SURABAYA, 15 FEBRUARI 2026 – Partai Golkar mencatatkan tinta emas dalam sejarah pengorganisasian partai politik di Indonesia. Bertempat di Jawa Timur, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi melantik pengurus dari 37 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar se-Jawa Timur secara serentak pada Minggu (15/2/2026).
Momen ini disebut Bahlil sebagai sebuah "sejarah baru" yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik di internal Golkar maupun di peta politik nasional.
Dalam pidatonya di hadapan ribuan kader yang memadati lokasi, Bahlil memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh DPD Golkar Jawa Timur. Menurutnya, keberanian melakukan pelantikan massal yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum adalah bukti kematangan organisasi.
“Ini adalah proses sejarah. Pelantikan Ketua DPD Kabupaten/Kota secara serentak dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum baru pertama kali terjadi. Ini berkat inovasi Ketua DPD Golkar Jatim yang berani menghadirkan pola konsolidasi yang terstruktur dan masif,” ujar Bahlil dengan nada bangga.
Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa pola ini bersifat kondisional dan sangat bergantung pada kreativitas serta kesiapan daerah masing-masing. Ia memuji kemampuan Golkar Jatim dalam beradaptasi secara modern tanpa sedikit pun meninggalkan nilai dasar perjuangan partai.
Bahlil juga menggarisbawahi posisi strategis Jawa Timur sebagai "kawah candradimuka" politik tanah air. Ia meyakini bahwa siapa pun yang ingin mencatatkan sejarah besar di Indonesia, harus memulainya dari Jawa Timur.
“Surabaya adalah Kota Pahlawan. Golkar pun lahir dari cita-cita perjuangan besar untuk bangsa. Jawa Timur bukan sekadar wilayah, tapi barometer sekaligus ujian utama kekuatan politik nasional,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan para kader mengenai akar ideologis partai. Golkar, menurut Bahlil, adalah rumah besar rakyat yang memegang teguh doktrin kekaryaan dan semangat menjaga Pancasila.
Senada dengan Ketua Umum, Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni simbolis. Ia mengingatkan para pengurus DPD II bahwa mereka memikul tanggung jawab moral yang besar.
“Janji di depan Ketua Umum bukan sekadar formalitas. Ini adalah pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Golkar harus tetap menjadi partai yang dicintai dan berada di hati rakyat Jawa Timur,” tegas Ali Mufthi. Ia optimistis kerja kolektif ini akan menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung suara utama Golkar pada kontestasi mendatang.
Acara bersejarah ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak. Dalam sambutannya, Emil mengapresiasi soliditas keluarga besar pohon beringin.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menyukseskan pemerintahan dan menjaga semangat kebersamaan demi kesejahteraan masyarakat,” tutur Emil.
Dengan tuntasnya pelantikan ini, Golkar Jawa Timur resmi memulai babak baru konsolidasi. Dengan struktur yang kini lengkap hingga tingkat kabupaten dan kota, partai berlambang pohon beringin ini menatap Pemilu 2029 dengan optimisme tinggi, menargetkan peningkatan perolehan kursi secara signifikan di seluruh tingkatan legislatif.**SO





