-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Gubernur Khofifah Dampingi Menko Pangan Zulhas di GSPI ASRI 2026, Pastikan Jatim Siap Dukung Transformasi Pelabuhan yang Green, Smart, Efisien dan Kompetitif

Rabu, 15 Juli 2026 | Rabu, Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T08:55:22Z




GRESIK, 15 JULI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kesiapan Pemprov Jatim dalam mendukung transformasi pelabuhan menuju smart, efisien, dan kompetitif.


Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan di acara Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT. Petrokimia Gresik, Rabu (15/7). 


Acara ini juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI, Menteri Perdagangan RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Menteri Perhubungan RI, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, ⁠Wakil Menko Pangan RI, ⁠Direktur Utama PT. Petrokimia Gresik, Bupati Gresik.


Gubernur Khofifah menegaskan konsep green and smart port sangat mendukung kelancaran distribusi, dan rantai pasok serta sektor logistik. Sehingga pengembangan ke depan sangat dibutuhkan untuk menjaga supply chain di kawasan Indonesia Timur maupun nasional. 


“Begitu juga swasembada pangan yang menjadi cita-cita bangsa ini akan terwujud bila didukung infrastruktur salah satunya pelabuhan yang smart dan kompetitif," kata Gubernur Khofifah.


Pengembangan konsep smart and green port memberikan manfaat yang besar di berbagai aspek. Diantaranya aspek lingkungan, teknologi dan operasional serta ekonomi dan daya saing.


Gubernur Khofifah menyampaikan pihaknya akan terus mendorong operator pelabuhan di Jawa Timur mewujudkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan daya saing sektor logistik.


"Karena pelabuhan yang green dan smart akan memperlancar rantai pasok, sehingga sektor logistik akan menjadi lebih efisien," pungkasnya.


Gubernur Khofifah menjelaskan pada aspek lingkungan _green port_ atau pelabuhan hijau dapat menekan emisi karbon dengan mengoptimalkan penggunaan listrik, energi terbarukan, dan alat pelabuhan berbasis listrik mengurangi polusi udara. 


Kemudian penggunaan lampu LED, _cold ironing_ untuk kapal sandar, dan manajemen energi yang lebih hemat menjadi bentuk efisiensi energi.


"Pengelolaan limbah yang lebih baik dengan memaksimalkan sistem daur ulang dan pengolahan sampah menjadi kompos bisa menjadi ikhtiar pelestarian ekosistem laut dan pesisir," katanya.


Pada aspek teknologi dan operasional _smart port,_ didukung dengan otomatisasi bongkar muat, _tracking_ kontainer yang _real time_ menggunakan sistem digital menjadi salah satu upaya efisiensi yang dapat memangkas waktu dan biaya. 


Transparansi dan kemudahan layanan dilakukan dengan perizinan _online,_ pembayaran _cashless,_ dan _single window system_ untuk mempercepat arus barang.


Sementara pada aspek ekonomi dan daya saing dioptimalkan dari percepatan waktu sandar sehingga mampu menekan biaya logistik. Khofifah mengatakan pelabuhan yang modern ramah lingkungan tentu akan menjadi magnet tersendiri bagi investor dan pelayaran internasional.


"Ini akan membutuhkan tenaga ahli di bidang tersebut, menciptakan lapangan kerja baru, mendukung rantai pasok nasional sehingga arus barang lebih lancar, harga barang lebih stabil," jelasnya.


Sementara itu Menko Zulhas mengatakan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi. Sistem logistik yang andal juga menjadi kunci agar pangan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif dan efisien.


"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," ujar Menko Zulhas.


Ia menambahkan, GSPI ASRI bukan sekadar ajang penghargaan. Program ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


GSPI sendiri merupakan program assessment bagi pelabuhan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pelabuhan melalui penerapan teknologi pintar dan praktik ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan untuk mendukung kelancaran logistik pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung pengurangan emisi karbon.


GSPI 2026 mengintegrasikan Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebagai bagian dari indikator penilaian pelabuhan.


Asesmen pelabuhan dalam program GSPI mencakup aspek manajemen, teknis, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, pengurangan dampak lingkungan, digitalisasi, sistem informasi, integrasi teknologi, serta inovasi pengelolaan pelabuhan. 


Mekanisme _self-assessment_ diberlakukan dalam pelaksanaan asesmen sehingga pelabuhan dapat mengajukan penilaian berdasarkan kesiapan masing-masing dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi.


Adapun asesmen GSP dilaksanakan secara komprehensif berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional. 


Di kesempatan ini juga dilakukan penyerahan Penghargaan _Green and Smart Port 2025_ kepada PT. Petrokimia Gresik, PT. Pupuk Kalimantan Timur, PT. Krakatau Bandar Samudera, 4. PT. Vale Indonesia, PT. Pelindo Petikemas - TPK Banjarmasin, PT. Indonesia Kendaraan Terminal, PT. Pelindo Multi Terminal - Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung.


Dalam kesempatan tersebut, Menko Zulhas bersama jajaran kementerian dan Gubernur Jawa Timur meninjau sejumlah fasilitas di Pelabuhan Petrokimia Gresik. Kunjungan ini memperlihatkan implementasi aspek keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional, dan digitalisasi dalam pengelolaan pelabuhan.**"




×
Berita Terbaru Update