-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Kajian Naskah Akademik Rampung, Pemprov Jatim Kawal Usulan Pahlawan Nasional KH Yusuf Hasyim

Kamis, 16 Juli 2026 | Kamis, Juli 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T09:48:11Z



SURABAYA-Usulan menjadikan almarhum K.H Yusuf Hasyim menjadi Pahlawan Nasional makin kuat, setelah bukti primer dan sekunder sebagai rujukan menjadi Pahlawan Nasional dinilai sudah cukup.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono di Surabaya, Kamis (16/7) mengatakan  Pemerintah Provinsi beserta seluruh elemen masyarakat menaruh harapan besar agar perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim mendapat pengakuan resmi dari negara.

“Seluruh syarat—baik secara historis maupun administratif—sudah tuntas dipenuhi. Bahkan, pada proses sebelumnya, nama KH Muhammad Yusuf Hasyim sudah berhasil masuk dalam daftar 20 besar calon penerima gelar,” katanya. 

Masyarakat Jawa Timur sangat menginginkan perjuangan beliau mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Seluruh persyaratan dan data sejarah sudah sangat lengkap. Tahun lalu beliau sudah masuk 20 besar, sehingga kami berharap tahun ini bisa ditetapkan.

Adhy menambahkan, digelarnya seminar ini bukan lagi untuk melengkapi berkas administrasi yang sudah rampung, melainkan sebagai 'pengingat' bagi publik dan pemerintah, khususnya Presiden, menjelang momentum Hari Pahlawan 10 November mendatang.

"Semua proses sebenarnya sudah selesai. Seminar ini lebih sebagai pengingat agar jasa-jasa beliau tidak terlupakan saat proses penetapan dilakukan. Almarhum memenuhi Syarat Substantif dan Diperkuat Naskah Akademik Solid,” katanya.

Di Kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Pergunu sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah,  KH Asep Saifuddin Chalim, menilai sang kiai sudah sangat memenuhi syarat substantif. Seminar ini sengaja dihelat agar masyarakat tahu bahwa posisi pengusulan tokoh Tebuireng tersebut sudah sangat kuat.

"KH Muhammad Yusuf Hasyim sudah memenuhi syarat atau meeting the requirements sebagai calon Pahlawan Nasional. Kami berharap melalui seminar ini perhatian publik kembali terbangun sehingga beliau memperoleh prioritas pada penetapan berikutnya," ungkapnya.

Ia juga memuji kualitas referensi ilmiah dalam buku yang dibedah. Buku karya Prof. Usep Abdul Matin tersebut didukung oleh 120 sumber rujukan—dengan rincian 76 sumber primer dan sisanya sumber sekunder—yang menjadikannya sebagai salah satu naskah akademik terkuat dalam sejarah pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

KH Asep pun mengajak insan pers di Jawa Timur untuk turut mengawal isu ini. "Seluruh pemberitaan nantinya akan kami kompilasi untuk disampaikan kepada Ketua TP2GP, Dewan Gelar, dan pihak terkait sebagai bentuk nyata dukungan publik," ujarnya.***


×
Berita Terbaru Update