-->

Notification

×
Kunjungi Pengiklan

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Terima Menhub Dudy Purwagandhi di Grahadi, Percepat Pengembangan Transportasi Terintegrasi Di Jatim

Kamis, 16 Juli 2026 | Kamis, Juli 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T08:28:30Z





-Bahas Penyeberangan KetapangGilimanuk, Optimalisasi Bandara Dhoho hingga SRRL


SURABAYA, 16 JULI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menerima kunjungan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (15/7).


Dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis sektor transportasi di Jawa Timur. Antara lain, penyeberangan Ketapang - Gilimanuk, optimalisasi Bandara Dhoho Kediri serta pengembangan jalur perkeretaapian Surabaya Regional Railway Line (SRRL).


Gubernur Khofifah mengatakan, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Perhubungan menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem transportasi yang terintegrasi guna mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran logistik, serta pertumbuhan ekonomi daerah.


"Banyak hal strategis dan produktif yang kami bahas dan InsyaAllah program-program strategis tersebut akan mendukung pembangunan transportasi di Jawa Timur," ujarnya.


Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan kapasitas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, terutama dalam mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru maupun Idulfitri.


Khofifah menyampaikan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pelayanan penyeberangan semakin optimal sehingga kepadatan yang selama ini terjadi pada momen-momen tertentu dapat diminimalkan


"Berbagai langkah koordinatif diharapkan dapat memperkuat pelayanan transportasi serta mengantisipasi potensi kepadatan di kawasan pelabuhan," ungkapnya.


Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada optimalisasi pengembangan Bandara Dhoho Kediri agar semakin berperan dalam meningkatkan konektivitas wilayah selatan Jawa Timur.


Khofifah berharap pengembangan bandara tersebut dapat membuka peluang layanan penerbangan langsung menuju Arab Saudi sehingga memberikan kemudahan bagi masyarakat Jawa Timur khususnya bagian selatan yang akan melaksanakan ibadah umrah maupun haji.


Di sektor transportasi perkotaan, Khofifah juga menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) sebagai moda transportasi massal yang terintegrasi di kawasan aglomerasi Surabaya.


"Kehadiran jaringan perkeretaapian regional diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Surabaya sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas," jelasnya.


Khofifah optimistis penguatan konektivitas transportasi akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan daya saing Jawa Timur sebagai pusat perdagangan, industri, logistik, dan investasi nasional.


"Koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menghadirkan sistem transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan terintegrasi," tegasnya.


Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa salah satu fokus pembahasan adalah solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi kepadatan di lintasan Ketapang - Gilimanuk.


Berbagai langkah yang telah disiapkan antara lain pembangunan dan optimalisasi dermaga, pengoperasian kapal berkapasitas lebih besar, serta optimalisasi pelabuhan pendukung seperti Pelabuhan Jangkar di Situbondo, Pelabuhan Tanjung Wangi, dan Pelabuhan Ketapang.


"Harapannya kita bisa mengurai kepadatan yang terjadi di Ketapang Gilimanuk pada _event-event_ tertentu baik nataru maupun lebaran," katanya.


Dudy juga mengungkapkan bahwa proyek SRRL telah memasuki tahapan awal. Sejak Januari 2026 proses penyusunan _Detailed Engineering Design_ (DED) telah dimulai sebagai penanda dimulainya proyek tersebut.


"Harapannya tahun 2029 proyek bisa selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya dan sekitarnya," ucapnya.


Terkait sektor penerbangan, Dudy menyebut revitalisasi Bandara Internasional Juanda untuk mendukung penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah masih dalam tahap pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.


Di sisi lain, pengembangan Bandara Dhoho Kediri juga menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, Kementerian Perhubungan telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Transportasi Arab Saudi dan memperoleh respons yang baik terhadap rencana pemanfaatan bandara tersebut.


"Dalam waktu dekat mereka akan mengirimkan tim untuk menjajaki pemanfaatan Bandara Dhoho sebagai bandara yang melayani penerbangan langsung dari Jawa Timur ke Saudi Arabia," katanya.


Menutup pertemuan tersebut, Dudy menegaskan komitmen Kementerian Perhubungan untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan infrastruktur dan layanan transportasi yang terintegrasi.


Menhub menilai, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar berbagai proyek strategis transportasi dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.


"Saya rasa itu yang secara umum kami bahas tadi mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur dalam penanganan transportasi," pungkasnya.***SO




×
Berita Terbaru Update